Artikel

Manajemen Sukses Waktu Ibadah

Diposting pada 11 April 2026

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Aganma Islam telah memberikan peringatan untuk mengatur waktu juga menjelaskan karakteristik waktu , Alloh Subhanahu Taala berfirmaan : 

وَالْعَصْرِ  إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

 وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr : 1-3).

Setiap hamba Alloh dibekali waktu 24 jam dalam sehari semalam. Namun ada yang mengoptimalkan waktu tersebut untuk ibadah dan hal-hal yang bermanfaat juga ada orang yang merugi karena waktunya hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Waktu berjalan dengan cepatnya ibarat anak panah yang melesat dengan cepatnya. Waktu yang lewat tak pernah kembali. Banyak manusia yang berpikir bahwa ketika mereka melakukan kesalahan di usia muda, akan bertaubat jika usianya sudah tua. Dia optimis masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di usia tua. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia hidup di dunia.

Waktu adalah harta yang sangat mahal. Waktu lebih mahal dari uang. Hasan Al Banna mengatakan suatu nasihat bahwa “waktu adalah kehidupan”. Jangan sampai usia kita hanya kita habiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Lakukan aktivitas positif dan bermanfaat untuk menghargai waktu. Ingatlah firman Alloh Subhanahu Taala :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku (Alloh) tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu.  (QS. Adz Dzariyaat : 56)

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya Tafsir Quranul Adhim menjelaskan tentang lafazh :

أَيْ إِنَّمَا خَلَقْتُهُمْ لِآمُرَهُمْ بِعِبَادَتِي لَا لِاحْتِيَاجِي إِلَيْهِمْ

Maksudnya, Aku ciptakan mereka itu dengan tujuan untuk menyuruh mereka beribadah hanya kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka namun merekalah yang membutuhkan Alloh.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahiai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu sekalian dan orang-orang yang sebelum kamu sekalian agar kamu sekalian bertakwa.(QS.Al Baqoroh :21)

Satu di antara karakteristik waktu adalah cepat berlalu,

 

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ

 Dan ingatlah akan hari yang waktu itu Alloh mengumpulkan mereka (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah tinggal di dunia melainkan sesaat saja di siang hari yang waktu itu mereka saling berkenalan (QS Yunus: 45).

 

Manajemen Waktu Ibadah

Rosululloh Shallallohu Alaihi Wassalam bersabda :

 

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

 

Sesungguhnya Allh berfirman, Wahai Anak Adam, gluangkanlah waktumu  untuk beribadah kepadaKu, niscaya Aku menjadikan dadamu penuh dengan rasa kecukupan dan Aku akan menutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiranmu. (HR. Hakim)

 

Imam Asy Syafi’i Rahimahulloh pernah mengatakan,  Aku pernah bersama dengan seorang ‘Ulama. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.

 

Imam Al Ghazali telah memberikan keteladanan membagi hidupnya menjadi tiga waktu dalam sehari yakni sepertiga (8 jam) waktunya masing-masing untuk ibadah, istirahat dan bekerja.

 

Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat yang mulia, Beliau pernah berkata, Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah.

 

Ibnul Qayyim, Beliau menerangkan bahwa Tahun adalah batang pohon, bulan-bulan adalah dahannya. hari-hari adalah ranting rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas nafas adalah buah buahnya. Barangsiapa nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya adalah baik. Dan barangsiapa nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya adalah hanzhal (buah terpahit). Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen itulah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit.

 

Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan, sebenarnya waktu manusia adalah umurnya. Dia adalah bahan abadi kehidupan yang penuh nikmat dan bahan kehidupannya yang sempit dalam azab yang pedih. Dia berlalu bagaikan berlalunya awan. Setiap kali waktunya untuk dan bersama Alloh, itulah kehidupannya dan umurnya. Selain dari itu, tidak dapat dianggap sebagai kehidupannya. Walaupun dia hidup bagai hidupnya hewan ternak dan jika dia habiskan waktunya dalam kelalaian dan angan-angan kosong, maka yang dipilih adalah tidur yang panjang. Maka, kematiannya adalah lebih baik daripada hidupnya”

 

Mari perhatikan Tips Rosululloh Shallallohu Alaihi Wassalam dalam memanfaatkan waktu yang baik dalam sabdanya :

 

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. (HR. Tirmidzi )

 

Semoga kita dapat memanfaatkan waktu  dalam ketaatan, ibadah dan berdzikir pada Alloh juga hal-hal yang bermanafaat..Amin.

 

 

Sumber :

1.    Al Quran terjemahan Kementrian Agama

2.    HR. Tirmidzi

3.    HR. Hakim 




#Umroh #HajiKhusus #UmrohBarokah #UmrohMurah #UmrohKeluarga



Features Image