Assalamu Alaikum Wr.Wb
Pada suatu pagi buta, dengan rasa penuh kegembiraan Khadijah binti Khuwailid pergi ke rumah sepupunya yaitu Waraqah bin Naufal. Lalu Khadijah binti Khuwailid menceritakan bahwa tadi malam ia bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat Matahari dengan sinar terang yang mengelilingi kota Makkah lalu turun dari langit, masuk ke dalam rumahnya serta memancarkan sinarnya merata kesemua tempat sehingga tiada sebuah rumah di kota Makkah yang luput dari sinarnya. Mimpi itu diceritakan kepada sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa-bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu. Waraqah berkata: “Takwil dari mimpimu itu ialah bahwa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman.” “Nabi itu berasal dari negeri mana?” tanya Khadijah bersungguh-sungguh. “Dari kota Makkah ini!” ujar Waraqah singkat. “Dari suku mana?” “Dari suku Quraisy juga.” Khadijah bertanya lebih jauh: “Dari keluarga mana?” “Dari keluarga Bani Hasyim,keluarga terhormat,” kata Waraqah dengan nada menghibur. Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: “Siapakah nama bakal orang agung itu, hai sepupuku?” Orang tua itu mempertegas: “Namanya Muhammad SAW. Dialah bakal suamimu!” Khadijah pulang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya. Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat. Itulah kisah awal cinta Khadijah kepada Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Keistimewaan Khadijah binti Khuwailid
Dalam hadits Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu Anhuma, Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda :
أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ
Wanita-wanita yang paling utama sebagai penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti ‘Imran. (HR. Ahmad)
كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيْرٌ وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا أَرْبَعٌ : آسِيَّةُ بِنْتُ مُزَاحِمِ اِمْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَخَدِيْجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدِ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ
Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain 4 orang: Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun, Maryam bintu Imran, Khadijah bintu Khuwailid, dan Fatimah bintu Muhammad.(Tafsir Tsa’libi)
Dari Ali Radhiyallahu Anhu, Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam
bersabda :
خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ
Wanita terbaik yang pernah (pada masa itu) ada ialah Maryam putri Imran dan Khadijah.(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, berkata,
أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْكَ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ
Pada suatu ketika Malaikat Jibril datang kepada Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam sambil berkata, ‘Wahai Rosululloh, Ini dia Khadijah. Ia datang kepada engkau dengan membawa wadah berisi lauk pauk, atau makanan minuman. Apabila Ia datang kepada engkau, maka sampaikanlah salam dari Alloh dan dariKu kepadanya. Selain itu, berikan khabar gembira pula kepadanya bahwa rumahnya di surga terbuat dari emas dan perak, yang di sana tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Perempuan yang tak pernah tergantikan
Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushoi AlQuraisyiah Al Asadiyah Radiyallahu Anha adalah perempuan yang pertama membenarkan kenabian Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Dia juga yang bergelar Ath-Thahirah (perempuan Suci). Perempuan yang kaya raya, hartanya melimpah. Begitu besar keinginannya untuk dinikahi oleh Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam jauh sebelum Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam diutus sebagai Rosul yakni sejak Ia mendengar cerita dari budaknya yang bernama Maisarah tentang tanda- tanda kenabian yang ada pada Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam dan kisah Rahib Bahira yang menjelaskan keutamaan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat ia bersama dengannya untuk mendagangkan barang dagangan milik Khadijah ke negeri Syam.
Dan salah satu bentuk perjuangan besar Khadijah dalam menopang dakwah Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam terlihat sejak awal turunnya wahyu ketika ia menguatkan hati Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk menerima wahyu - wahyu Alloh yang diamanahkan kepadanya. Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku mengkhawatirkan diriku, lalu Khadijah berkata: Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Demi Alloh, Alloh tidak akan menghinakanmu selamanya, sebab engkau adalah orang yang selalu menyambung tali silaturahmi, selalu meringankan beban orang lain, suka mencukupi kebutuhan orang lain, senantiasa memuliakan para tamu, serta menolong orang- orang yang terkena musibah.
Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam senantiasa menyebut - nyebut hal- hal yang baik yang berkaitan dengan Khadijah Radiyallahu Anha. Suatu ketika ‘Aisyah Radhiyallahu Anha berkata :
مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَلَقَدْ هَلَكَتْ قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِى بِثَلاَثِ سِنِينَ لِمَا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا وَلَقَدْ أَمَرَهُ رَبُّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُبَشِّرَهَا بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ فِى الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ ثُمَّ يُهْدِيهَا إِلَى خَلاَئِلِهَا
Aku tidak cemburu pada seorang wanita pun melebihi kecemburuanku pada Khadijah. Sungguh dia telah wafat tiga tahun sebelum Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam menikahiku. Kecemburuanku disebabkan aku pernah mendengar Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyebut-nyebut dia (Khadijah). Rabbnya pun menyuruh Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk memberikan kabar gembira kepadanya (Khadijah) bahwa ia mendapatkan rumah di surga yang terbuat dari perhiasan. Ditambah lagi apabila beliau Rosululloh Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyembelih kambing lalu beliau akan menghadiahkan sahabat-sahabat Khadijah. (HR. Muslim)
Aisyah Radhiyallahu Anha pernah menceritakan :
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا ذَكَرَ خَدِيجَةَ أَثْنَى عَلَيْهَا فَأَحْسَنَ الثَّنَاءَ قَالَتْ فَغِرْتُ يَوْماً فَقُلْتُ مَا أَكْثَرَ مَا تَذْكُرُهَا حَمْرَاءَ الشِّدْقِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا خَيْراً مِنْهَا.
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika menceritakan Khadijah pasti ia selalu menyanjungnya dengan sanjungan yang indah. Aisyah berkata, Pada suatu hari aku cemburu dan berkata, Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, Ia seorang wanita yang sudah tua. Padahal Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya.
قَالَ مَا أَبْدَلَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْراً مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِى إِذْ كَفَرَ بِى النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِى إِذْ كَذَّبَنِى النَّاسُ وَوَاسَتْنِى بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِى النَّاسُ وَرَزَقَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِى أَوْلاَدَ النِّسَاءِ
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu menyampaikan, Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Alloh telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Alloh tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.(HR. Ahmad)
Semoga kisah Khadijah binti Khuwailid menjadi suri tauladan bagi umat Islam di Indonesia…Amin
Sumber :
1. HR. Bukhori
2. HR. Muslim
3. HR. Ahmad
#Umroh #HajiKhusus #UmrohBarokah #UmrohMurah #UmrohKeluarga