Artikel

Kisah Penggalian Khondaq

Diposting pada 08 April 2026

Assalamu Alaikum Wr.Wb

 

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا بَقِيَ الْأَوَّلُ حَتَّى يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ  فَإِذَا هَلَكَ الْأَوَّلُ قَبْلَ أَنْ يَتَعَلَّمَ الْآخِرُ  هَلَكَ النَّاسُ

Manusia senantiasa dalam kebaikan selama generasi tua masih hidup dan generasi muda belajar ilmu darinya. Ketika generasi tua telah meninggal sebelum generasi muda belajar ilmu darinya, maka rusaklah manusia (HR. Ad Dailami)

 

Petikan hadist diatas adalah ucapan Salman Al Farisi yang sangat terkenal hingga sekarang ini sebagai motivasi bagi umat Islam selalu belajar dan beramal yang baik. Salman al-Farisi (سلمان الفارسي) adalah sahabat Rosululloh yang berasal dari Persia. Dikalangan sahabat lainnya ia dikenal dan dipanggil dengan nama Abu Abdullah. Sebagai seorang Persia ia menganut agama Majusi, tetapi ia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Kemudian muncul pergolakan batin untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya. Suatu ketika ia mencoba memeluk agama Nasrani, akan tetapi apa yang dikatakan para pendeta tentang kesederhanaan berbanding terbalik dengan kehidupan para pendeta yang bergelimang harta. Pencarian agamanya membawa hingga ke jazirah Arab dan akhirnya memeluk agama Islam dan sampai mati ia tetap memeluk Islam karena apa yang diucapkan Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam berbanding lurus dengan perbuatan beliau. Salman Al Farisi menjadi pahlawan dengan ide membuat khondaq dalam upaya melindungi kota Madinah dalam pertempuran Ahzab.

 

Mukjizat Rosululloh Ketika Penggalian Khondaq

Penggalian parit bukanlah pekerjaan yang ringan. Apalagi dalam cuaca yang sangat dingin ketika itu. Belum ditambah dengan keterbatasan makanan, hingga dikisahkan bahwa mereka bahkan tidak makan selama tiga hari. Namun begitulah iman, keteguhan iman mereka tidak menjadikan mereka putus asa. Bahkan mereka sangat bersemangat dalam menggali parit, ditambah keikutsertaan Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam bersama mereka. Maka tidak membutuhkan waktu lama selesailah mereka menggali khondaq.

 

Ketika kaum Muslimin dalam pekerjaannya menggali khondaq, banyak terjadi peristiwa yang ajaib. Yang mana ini merupakan mukjizat Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam. Diantaranya adalah apa yang terjadi pada Jabir bin Abdullah Rodhiyallahu ‘anhu.

إِنَّا يَوْمَ الْخَنْدَقِ نَحْفِرُ فَعَرَضَتْ كُدْيَةٌ شَدِيدَةٌ فَجَاءُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا هَذِهِ كُدْيَةٌ عَرَضَتْ فِي الْخَنْدَقِ فَقَالَ أَنَا نَازِلٌ ثُمَّ قَامَ وَبَطْنُهُ مَعْصُوبٌ بِحَجَرٍ وَلَبِثْنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ لَا نَذُوقُ ذَوَاقًا فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِعْوَلَ فَضَرَبَ فَعَادَ كَثِيبًا أَهْيَلَ أَوْ أَهْيَمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي إِلَى الْبَيْتِ فَقُلْتُ لِامْرَأَتِي رَأَيْتُ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مَا كَانَ فِي ذَلِكَ صَبْرٌ فَعِنْدَكِ شَيْءٌ قَالَتْ عِنْدِي شَعِيرٌ وَعَنَاقٌ فَذَبَحَتْ الْعَنَاقَ وَطَحَنَتْ الشَّعِيرَ حَتَّى جَعَلْنَا اللَّحْمَ فِي الْبُرْمَةِ

Ketika kami menggali khondaq pada peristiwa Ahzab, sebongkah batu yang sangat keras menghalangi kami, lalu para sahabat menemui Rosululloh shallallahu alaihi wasallam, mereka berkata, "Batu yang sangat keras ini telah menghalangi kami dalam menggali parit, lalu beliau bersabda: "Aku sendiri yang akan turun." Kemudian beliau berdiri (di dalam khondaq), sementara perut beliau tengah diganjal dengan batu (karena lapar). Semenjak tiga hari kami lalu tanpa ada makanan yang dapat kami rasakan, lalu Rosululloh shallallahu alaihi wasallam mengambil kampak dan memukulkan pada batu tersebut hingga ia menjadi pecah berantakan atau hancur. Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk ke rumah." Setelah itu kukatakan kepada isteriku, "Aku melihat pada diri Rosululloh shallallahu alaihi wasallam sesuatu yang aku sendiri tidak tega melihatnya, apakah kamu memiliki sesuatu (makanan)?" Isteriku menjawab, "Aku memiliki gandum dan anak kambing." Kemudian ia meyembelih anak kambing tersebut dan membuat adonan gandum hngga menjadi makanan dalam tungku,

 

ثُمَّ جِئْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْعَجِينُ قَدْ انْكَسَرَ وَالْبُرْمَةُ بَيْنَ الْأَثَافِيِّ قَدْ كَادَتْ أَنْ تَنْضَجَ فَقُلْتُ طُعَيِّمٌ لِي فَقُمْ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَرَجُلٌ أَوْ رَجُلَانِ قَالَ كَمْ هُوَ فَذَكَرْتُ لَهُ قَالَ كَثِيرٌ طَيِّبٌ قَالَ قُلْ لَهَا لَا تَنْزِعْ الْبُرْمَةَ وَلَا الْخُبْزَ مِنْ التَّنُّورِ حَتَّى آتِيَ فَقَالَ قُومُوا فَقَامَ الْمُهَاجِرُونَ وَالْأَنْصَارُ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَى امْرَأَتِهِ قَالَ وَيْحَكِ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَمَنْ مَعَهُمْ قَالَتْ هَلْ سَأَلَكَ قُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ ادْخُلُوا وَلَا تَضَاغَطُوا فَجَعَلَ يَكْسِرُ الْخُبْزَ وَيَجْعَلُ عَلَيْهِ اللَّحْمَ وَيُخَمِّرُ الْبُرْمَةَ وَالتَّنُّورَ إِذَا أَخَذَ مِنْهُ وَيُقَرِّبُ إِلَى أَصْحَابِهِ ثُمَّ يَنْزِعُ فَلَمْ يَزَلْ يَكْسِرُ الْخُبْزَ وَيَغْرِفُ حَتَّى شَبِعُوا وَبَقِيَ بَقِيَّةٌ قَالَ كُلِي هَذَا وَأَهْدِي فَإِنَّ النَّاسَ أَصَابَتْهُمْ مَجَاعَةٌ

Setelah itu aku menemui Rosululloh shallallahu alaihi wasallam, sementara adonan mulai matang, dan periuk berada diantara dua tungku api dan hampir masak, maka aku berkata, "Aku memiliki sedikit makanan, " maka berdirilah Wahai Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersama dengan satu atau dua orang saja. Beliau bersabda: "Untuk berapa orang?" Lalu aku memberitahukan kepada beliau, Beliau bersabda: "Tidak mengapa orang banyak untuk datang." Beliau bersabda lagi: "Katakan kepada isterimu, jangan ia angkat periuknya dan adonan roti dari tungku api hingga aku datang." Setelah itu beliau bersabda: "Bangunlah kalian semua." Bergegas kaum Muhajirin dan Anshar berdiri berangkat, ketika Jabir menemui Isterinya, dia berkata, "Waduh, Rosululloh shallallahu alaihi wasallam telah datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang bersama mereka." Isteri Jabir berkata, "Memang beliau (Rosululloh) memintamu yang demikian?" Jabir menjawab, "Ya, begitu." Lalu Rosululloh berkata: "Masuklah dan jangan berdesak-desakan." Kemudian Rosululloh mencuil-cuil roti dan ia tambahkan dengan daging, dan ia tutup periuk dan tungku api. Selanjutnya beliau ambil dan beliau dekatkan kepada para sahabatnya. Lantas beliau ambil kembali periuk itu dan terus menerus beliau lakukan antara mencuili roti dan menciduknya hingga semua sahabat kenyang dan masih menyisakan sisa. Setelah itu beliau bersabda: "Sekarang makanlah engkau (maksudnya isteri Jabir) dan kalau bisa, hadiahkanlah kepada yang lain, sebab orang-orang, banyak yang masih kelaparan."(H.R. Bukhari)

 

Ada yang lebih menakjubkan dari kisah di atas, yaitu “Saat menggali khondaq, dibeberapa tempat kami terhalang oleh tanah yang sangat keras dan tidak bisa digali dengan cangkul. Kami melaporkan hal ini kepada Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau datang mengambil cangkul dan bersabda, “Bismillah…” Kemudian menghantam yang keras itu dengan sekali hantaman. Beliau bersabda, “Allah Maha Besar. Aku diberi kunci-kunci Rum. Demi Allah aku benar benar bisa melihat Istana istananya yang bercat merah pada saat ini”. Lalu beliau menghantam untuk yang kedua kalinya bagian tanah yang lain. Beliau bersabda lagi, “Allah Maha Besar, aku diberi tanah Persi. Demi Allah saat inipun aku bisa melihat istana Mada’in yang bercat putih”. Kemudian beliau menghantam untuk yang ketiga kalinya, dan bersabda, “Bismillah….”. Maka hancurlah tanah atau batu yang masih menyisa. Kemudian beliau beliau bersabda: “Allah Maha Besar, aku diberi kunci kunci Yaman. Demi Allah, dari tempatku ini aku bisa melihat pintu pintu gerbang Shan’a”.

 

Itulah diantara peristiwa menakjubkan yang terjadi ketika penggalian khondaq. Hal ini menunjukan mukjizat beliu Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga menambah keyakinan  dan harapan orang orang beriman kepada Alloh Subhanahu wa Taala.

 

Semoga kisah ini menambah inspirasi umat Islam dalam beribadah dan berdakwah …Amin

 

Sumber :

1.    Al Quran terjemahan Kementrian Agama

2.    HR. Bukhori


#Umroh #HajiKhusus #UmrohBarokah #UmrohMurah #UmrohKeluarga

Features Image