Artikel

Ramadhan yang Dirindukan

Ramadhan yang Dirindukan



AssalamuAlaikum Wr.Wb


Keluarga Multazam Utama yang diberkahi Alloh Subhanahu Wa Taala, tidak terasa kita sudah memasukki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh pengampunan, keberkahan. Imam Al Qurthubi menjelaskan asal nama Ramadhan :



إِنَّمَا سُمِّيَ رَمَضَانَ لِأَنَّهُ يَرْمُضُ الذُّنُوْبَ أَيْ يَحْرِقُهَا بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ



Dinamakan bulan suci Ramadhan karena ia membakar dosa-dosa dengan amal shalih ( Fi Tafsir Al Qurthubi)
Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasalam bersabda :



ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪ



Telah datang kepada kalian bulan suci Ramadhan, bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. (HR. Musnad Ahmad)
Ulama’ Sholih selalu merindukan bulan suci Ramadhan dan berdoa agar umur mereka sampai di bulan suci Ramadhan.



اللّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلىَ رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُقَبَّلاً



“Ya Alloh, sampaikanlah kami kepada bulan suci Ramadhan, sampaikanlah bulan suci Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami.”
Selama enam bulan sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, Ulama’ Sholih berdoa agar Alloh mempertemukan mereka dengan bulan suci Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah bulan suci Ramadhan, mereka berdoa agar Alloh menerima amal mereka selama bulan suci Ramadhan.



Apa saja yang dirindukan Ulama’ Sholih akan datangnya bulan suci Ramadhan…?



Perhatikanlah hadist-hadist berikut :
Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu Anhu, Rosululloh Sholallohu Alaihi Wasalam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ



Barangsiapa yang berpuasa di bulan suci Ramadhan karena dasar iman dan mengharap pahala maka dosanya di masa lalu akan diampuni. (HR. Shohih Bukhari dan Shohih Muslim)



مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ



Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Shohih Bukhari)
Nabi Sholallohu Alaihi Wasalam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ



Antara sholat yang lima waktu, antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Shohih Muslim)



إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ من شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فلم يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فلم يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ



Jika telah datang awal malam bulan suci Ramadhan, diikatlah para setan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu -pintu neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintupun yang tertutup. (HR. Sunan Tirmidzi)



كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ



Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untukKu dan Aku Alloh yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah,’Saya sedang berpuasa’.



وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ



Demi Dzat yang jiwa Nabi Muhammad berada ditanganNya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Alloh pada hari kiamat daripada bau kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Alloh mereka bergembira karena puasanya. (HR. Shohih Bukhari dan Shohih Muslim)



Sahl bin Saed Rodhiyallohu Anhu berkata, Nabi bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ،
يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ




Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa…?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Shohih Bukhari dan Shohih Muslim)



Semoga mutiara hadist-hadist diatas menambah kerinduan dan motivasi kita dalam fastabiqul khoirot selama bulan suci Ramadhan… Amin
Wassalamu Alaikum Wr.Wb

Sumber :
1. Tafsir Al Quran Al Qurthubi
2. Shohih Bukhari
3. Shohih Muslim
4. Sunan Tirmidzi
5. Musnad Ahmad
Artikel Ramadhan yang Dirindukan

Latest Artikel

Berita Haji Lainnya >
Kapankah Waktu Yang Tepat Berangkat Sholat Wajibdi Masjidil HaromKapankah Waktu Yang Tepat Berangkat Sholat Wajib
di Masjidil Harom
Masjidil Harom terletak di pusat kota Makkah. Kota kelahiran Rosululloh Muhammad SAW yang menjadi pusat berbagai aktivitas jamaah haji maupun umroh dari berbagai negara. Hal ini menjadikan kota Makkah sangat padat, baik musim haji maupun umroh. Di tengah Masjidil Harom terdapat Kabah sebagai kiblat sholat bagi seluruh umat Islam segala penjuru dunia. Setiap jamaah dipastikan ingin selalu ibadah di Masjidil Harom. Karena di sana ada aktivitas ibadah thowaf mengelilingi Kabah juga sai yang merupakan bagian dari rangkaian haji maupun umroh.
Keikhlasan dan Kesabaran dalam Beribadah
Kedudukan sabar dalam keimanan laksana kepala bagi seluruh tubuh., apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh. Sabar merupakan pilar kebahagiaan bagi seorang hamba Alloh. Dengan kesabaran itulah seorang hamba Alloh akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Ramadhan yang Dirindukan
Keluarga Multazam Utama yang diberkahi Alloh Subhanahu Wa Taala, tidak terasa kita sudah memasukki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh pengampunan, keberkahan. Imam Al Qurthubi menjelaskan asal nama Ramadhan
PT TISAGA MULTAZAM UTAMA
Ruko Cempaka Mas Blok i/7
Jl. Let. Jend. Soeprapto
JAKARTA 10640
Logo
© Copyright 2018 Multazam. All Rights Reserved,
Jasa Pembuatan Website by IKTLink Mobile