Artikel

NIKMATNYA MEMULIAKAN TAMU

NIKMATNYA MEMULIAKAN TAMU

tamu adalah orang yang datang atau hadir mengunjungi pada tempat tinggal kita. Umumnya orang akan berbahagia karena ketika dikunjungi dan didatangi akan merasa lebih diperhatikan, dibutuhkan dan bahkan dihormati. Tetapi ada juga yang sebaliknya, merasa sebal dan merasa terganggu jika ada tamu yang hadir. Lebih-lebih orang yang tidak disukai atau sang tuan rumah telah mengetahui tujuan dari tamu tersebut. Dan yang pasti bukan tujuan kesenangan bahkan prasangka buruk.

Apapun itu, Ingatlah seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir pasti telah mengetahui bahwa kepada tamu-pun telah diatur dengan syariat. Kita wajib memuliakan tamu. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Nah, disini kita akan bahas bab memuliakan tamu dari dua sisi. Antara tuan rumah dan tamu itu sendiri.

(1) Bagi Tamu. Jika itu merupakan undangan maka tidaklah memberikan paling baik kesuali wajib datang. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ دُعِىَ فَلْيُجِبْ

“Barangsiapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْـوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ

“Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari)

Tentunya dengan tetap harus memperhatikan hal-hal penting seperti :
– Tak ada kemungkaran dalam undangan tersebut.
– Tidak menimbulkan kemudharatan.
– Tidak memberatkan tuan rumah
– Meminta izin ketika memasuki area tempat tinggal
– Terakhir, Mau mendoakan tuan rumah dengan ikhlas

اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي

“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)

اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ

“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)

(2) Sekarang bagi Tuan Rumah. Sambutlah dengan senang dan berseri. Jauhkan dari sifat bermegah-megahan apalagi menyakiti sang tamu. Hindari prasangka buruk dan jamulah sebisa mungkin tanpa harus memberatkan siapapun.

Jika ini merupakan undangan untuk orang banyak seperti sebuah acara maka undanglah secara adil. Misal : jangan yang kaya saja, atau yang dekat saja.

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Semoga kita bisa menunaikan memuliakan tamu dan sekaligus menjadi tamu yang mengerti aturan dan syariah.

by: percikan iman

Artikel NIKMATNYA MEMULIAKAN TAMU

Latest Artikel

Berita Haji Lainnya >
Mengapa Excellent Service Penting Bagi Setiap Jamaah Umroh dan HajiMengapa Excellent Service Penting Bagi Setiap Jamaah Umroh dan Haji
Assalamu Alaikum Wr.Wb
Bapak Ibu Keluarga Multazam Utama yang dibarokahi Alloh Subhanahu wa Taala, Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tidak heran, banyak penduduk Indonesia yang berangkat ibadah ke tanah suci setiap tahunnya. Indonesia selalu diberikan jatah keberangkatan haji paling banyak di antara negara-negara lainnya. Untuk perjalanan umroh, di Indonesia telah banyak Biro Travel Umroh terpercaya yang siap melayani ibadah Bapak Ibu ibadah di Tanah Suci Mekah salah satunya Multazam Utama Tour.
Kapankah Waktu Yang Tepat Berangkat Sholat Wajib
di Masjidil Harom
Masjidil Harom terletak di pusat kota Makkah. Kota kelahiran Rosululloh Muhammad SAW yang menjadi pusat berbagai aktivitas jamaah haji maupun umroh dari berbagai negara. Hal ini menjadikan kota Makkah sangat padat, baik musim haji maupun umroh. Di tengah Masjidil Harom terdapat Kabah sebagai kiblat sholat bagi seluruh umat Islam segala penjuru dunia. Setiap jamaah dipastikan ingin selalu ibadah di Masjidil Harom. Karena di sana ada aktivitas ibadah thowaf mengelilingi Kabah juga sai yang merupakan bagian dari rangkaian haji maupun umroh.
Keikhlasan dan Kesabaran dalam Beribadah
Kedudukan sabar dalam keimanan laksana kepala bagi seluruh tubuh., apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh. Sabar merupakan pilar kebahagiaan bagi seorang hamba Alloh. Dengan kesabaran itulah seorang hamba Alloh akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
PT TISAGA MULTAZAM UTAMA
Ruko Cempaka Mas Blok i/7
Jl. Let. Jend. Soeprapto
JAKARTA 10640
Logo
© Copyright 2018 Multazam. All Rights Reserved,
Jasa Pembuatan Website by IKTLink Mobile