Artikel

Mempersiapkan Bathiniyah Menjadi Dhuyufur Rohman

Mempersiapkan Bathiniyah Menjadi Dhuyufur Rohman

Assalamu Alaikum Wr.Wb

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ


Aku datang Ya Alloh, aku penuhi panggilanMu. Aku datang, tidak ada sekutu bagiMu dan aku penuhi panggilanMu. Segala pujii dan segala nikmat adalah milikMu dan juga segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagiMu



Persiapan lahiriyah dan bathiniyah sangat diperlukan oleh setiap calon jamaah haji (dhuyufur rohman) . Persiapan bathiniyah bertujuan untuk membentuk mental dan jiwa yang bersih sedangkan persiapan lahiriyah bertujuan agar calon jamaah haji (dhuyufur rohman) mendapatkan kekhusyuan ibadah dan terhindar dari hal-hal yang mengganggu ibadah selama ditanah suci.



Tidak lama lagi calon jamaah haji (dhuyufur rohman) dari segala penjuru dunia akan berkunjung ke Baitullah. Mereka datang untuk menunaikan haji, melaksanakan syariat yang agung, dan ketaatan yang utama. Alloh Subhanahu wa Ta’ala memanggil mereka dan mereka menyambut panggilan Alloh tersebut. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :



وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ


Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.

(QS. Al-Hajj: 27-28)

Haji merupakan pendidikan amal dan akhlak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللّهُ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ



(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Baqarah 197).



Haji adalah ketaatan agung yang ditunaikan manusia dalam rangka beribadah kepada Alloh. Banyak penjelasan tentang keutamaannya di dunia dan akhirat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



الْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ


Orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Alloh. Alloh memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Alloh pasti akan Alloh beri. (HR.Ibnu Majah)



Demikian juga sabdanya :

مَنْ حَجَّ الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ


Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah, lalu ia tidak berbuat rafats (sesuatu yang memancing birahi), tidak juga berbuat kefasikan, terhapus semua dosa-dosa darinya sebagaimana hari dimana ia dilahirkan dari Rahim ibunya.(HR. Bukhori)



Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ


Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah)



Imam Tobroni meriwayatkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


أَمَّا خُرُوجُكَ مِنْ بَيْتِكَ تَؤُمُّ الْبَيْتَ فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ وَطْأَةٍ تَطَأُهَا رَاحِلَتُكَ يَكْتُبُ اللَّهُ لَكَ بِهَا حَسَنَةً , وَيَمْحُو عَنْكَ بِهَا سَيِّئَةً , وَأَمَّا وُقُوفُكَ بِعَرَفَةَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيُبَاهِي بِهِمُ الْمَلائِكَةَ
فَيَقُولُ:هَؤُلاءِ عِبَادِي جَاءُونِي شُعْثًا غُبْرًا مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ يَرْجُونَ رَحْمَتِي , وَيَخَافُونَ عَذَابِي , وَلَمْ يَرَوْنِي , فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي
فَلَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ رَمْلِ عَالِجٍ , أَوْ مِثْلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا , أَوْ مِثْلُ قَطْرِ السَّمَاءِ ذُنُوبًا غَسَلَ اللَّهُ عَنْكَ , وَأَمَّا رَمْيُكَ الْجِمَارَ فَإِنَّهُ مَذْخُورٌ لَكَ
وَأَمَّا حَلْقُكَ رَأْسَكَ , فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ تَسْقُطُ حَسَنَةٌ , فَإِذَا طُفْتَ بِالْبَيْتِ خَرَجْتَ مِنْ ذُنُوبِكَ كَيَوْمِ وَلَدَتْكَ أُمُّكَ.


Adapun keluarmu dari rumah untuk berhaji ke Baitulloh maka setiap langkah kendaraanmu akan Allah catat sebagai satu kebaikan dan menghapus satu kesalahan. Sedangkan wukuf di Arafah maka pada saat itu Alloh turun ke langit dunia lalu Alloh bangga-banggakan orang-orang yang berwukuf di hadapan para malaikat.



Alloh berfirman (yang artinya), ‘Mereka (dhuyufur rohman) adalah hamba-hambaKu yang datang dalam keadaan kusut berdebu dari segala penjuru dunia. Mereka mengharap kasih sayangKu, merasa takut dengan siksaKu padahal mereka belum pernah melihatKu. Bagaimana andai mereka pernah melihatKu…?



Andai engkau memiliki dosa sebanyak butir pasir di sebuah gundukan pasir atau sebanyak hari di dunia atau semisal tetes air hujan maka seluruhnya akan Allah bersihkan.



Lempar jumrohmu merupakan simpanan pahala. Ketika engkau menggundul kepalamu maka setiap helai rambut yang jatuh bernilai satu kebaikan. Jika engkau thawaf, mengelilingi Baitulloh maka engkau terbebas dari dosa-dosamu sebagaimana ketika kau terlahir dari rahim ibumu.(HR. Thobroni)



Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ



Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan … ? (HR. Muslim )



Puncak keutamaan bagi jamaah Haji (dhuyufur rohman) adalah jaminan masuk surga, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ



Tidak ada balasan yang lebih layak bagi haji mabrur kecuali surga. (HR.Bukhari dan Muslim)



Semoga Jamaah-jamaah Haji Indonesia meraih Haji yang Mabrur …Amin

Sumber :
1. Al Quran terjemahan Kementrian Agama
2. HR. Bukhori
3. HR. Muslim
4. HR. Ibnu Majah
5. HR. Tobroni
Artikel Mempersiapkan Bathiniyah Menjadi Dhuyufur Rohman

Latest Artikel

Berita Haji Lainnya >
Mengapa Excellent Service Penting Bagi Setiap Jamaah Umroh dan HajiMengapa Excellent Service Penting Bagi Setiap Jamaah Umroh dan Haji
Assalamu Alaikum Wr.Wb
Bapak Ibu Keluarga Multazam Utama yang dibarokahi Alloh Subhanahu wa Taala, Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tidak heran, banyak penduduk Indonesia yang berangkat ibadah ke tanah suci setiap tahunnya. Indonesia selalu diberikan jatah keberangkatan haji paling banyak di antara negara-negara lainnya. Untuk perjalanan umroh, di Indonesia telah banyak Biro Travel Umroh terpercaya yang siap melayani ibadah Bapak Ibu ibadah di Tanah Suci Mekah salah satunya Multazam Utama Tour.
Kapankah Waktu Yang Tepat Berangkat Sholat Wajib
di Masjidil Harom
Masjidil Harom terletak di pusat kota Makkah. Kota kelahiran Rosululloh Muhammad SAW yang menjadi pusat berbagai aktivitas jamaah haji maupun umroh dari berbagai negara. Hal ini menjadikan kota Makkah sangat padat, baik musim haji maupun umroh. Di tengah Masjidil Harom terdapat Kabah sebagai kiblat sholat bagi seluruh umat Islam segala penjuru dunia. Setiap jamaah dipastikan ingin selalu ibadah di Masjidil Harom. Karena di sana ada aktivitas ibadah thowaf mengelilingi Kabah juga sai yang merupakan bagian dari rangkaian haji maupun umroh.
Keikhlasan dan Kesabaran dalam Beribadah
Kedudukan sabar dalam keimanan laksana kepala bagi seluruh tubuh., apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh. Sabar merupakan pilar kebahagiaan bagi seorang hamba Alloh. Dengan kesabaran itulah seorang hamba Alloh akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
PT TISAGA MULTAZAM UTAMA
Ruko Cempaka Mas Blok i/7
Jl. Let. Jend. Soeprapto
JAKARTA 10640
Logo
© Copyright 2018 Multazam. All Rights Reserved,
Jasa Pembuatan Website by IKTLink Mobile