Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Pendidikan menurut bahasa Arab mengandung tiga arti yaitu tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Tarbiyah sendiri mengandung empat (4) unsur yaitu Pertama, memelihara pertumbuhan. Kedua, mengembangkan potensi dan kelengkapan manusia yang beraneka ragam (termasuk akal-budinya). Ketiga, mengarahkan fitrah dan potensi manusia menuju kesempurnaannya. Keempat, melaksanakan secara bertahap dengan irama perkembangan anak. Sementara ta’lim dalam pengertian lain, lebih bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan, dan ketrampilan. Adapun arti ta’dib lebih tertuju pada penyempurnaan akhlaq (budi pekerti)

Adapun masa mendidik anak, menurut ajaran Islam dapat dibagi menjadi dua, yaitu (1) masa persiapan mendidik, dan (2) masa aktif mendidik. Masa persiapan mendidik dimulai sejak pemilihan jodoh. Sedangkan masa aktif mendidik anak dimulai sejak istri diketahui sudah positif mengandung. Allah berfirman dalam Al Qur’an :

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengambil keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap nyawa mereka : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lupa terhadap ini (KeEsaan Tuhan)”.(QS. Al-A’raf  172).

Pendidikan pralahir ini bisa dimulai sejak awal pembuahan yaitu sejak proses nuthfah atau setelah ditiupkan ruh (12 pekan). Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dipadukan bentuk ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk mani) lalu menjadi segumpal darah selama itu pula (selama 40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal: rizkinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya.”

Inilah dalil Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa pentingnya pendidikan janin dalam kandungan. Perkembangan manusia sejak dalam kandungan sesungguhnya dalam Al-Qur’an dan Al Hadits sangatlah diperhatikan. Mulai perkembangan sejak janin (embrio) dalam perut ibunya, perkembangan pasca kelahiran  dan perkembangan indra anak.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan :

فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ

Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan. (QS. Al Hajj 5)

Stimulasi Janin dalam kandungan menurut Islam :

Berikut adalah metoda pendidikan janin diantaranya yaitu :

1.     Membacakan Al-Qur’an.

Diharapkan dengan anak bayi yang masih dalam kandungan dibiasakan oleh orang tuanya untuk mendengarkan tilawah Qur’an karena banyak manfaat dari mendengarkan Al-Qur’an ini. Kita ketahui fungsi pertama yang paling banyak digunakan janin dalam kandungan adalah fungsi pendengarannya maka kita optimalkan fungsi pendengaran janin untuk terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain itu dengan kita membiasakan bayi dalam kandungan memperdengarkan Al-Qur’an maka ketika sang anak memasuki masa kanak-kanak ia akan lebih mudah dalam menghafal al-Qur’an.

2.     Membacakan Doa.

Ada berbagai cara metoda doa serta doa-doa agar mendapatkan anak sholeh yang diajarkan oleh Nabi dan juga orang-orang Sholeh dahulu yang bisa kita pelajari dan dipraktekkan. Ada Doa Nabi Zakariya yaitu yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali Imran : 38

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥۖ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shaleh, berakhlaq mulia, dan beradab) Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Doa..(QS. Ali Imran 38 )

3.     Menjaga Prilaku dengan Akhlaqul Karimah.

Menjaga prilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilan. Karena akhlak orang tua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak, terutama ibu hamil. Mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku. Menghindari hal-hal yang kurang baik tidak hanya ditekankan dalam masa kehamilan saja, namun juga sampai anak dewasa. Sebab orang tua memegang peranan yang penting dalam menanamkan perilaku dan adab serta akhlak yang baik kepada anak-anaknya. Jika orang tua berprilaku baik maka diharapkan sang anak juga meniru serta mencontoh perilaku baik dari orang tuanya.   

4.     Mengajak Berbicara.

Indra pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indra pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Untuk itu mengajak janin berbicara dengan mengelus-elus perut terutama saat organ pendengaran mulai berfungsi baik. Ketika sang ibu ingin berwudhu maka ajaklah pula sang janin berbicara dengan cara “Adik, ibu ingin berwudhu karena wudhu adalah satu cara sebelum menjalankan sholat dan sholat adalah kewajiban tiap muslim untuk beribadah kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta yang menciptakan segala kehidupan dunia ini termasuk ayah ibu dan juga adik” Dan biasanya respon janin dengan tendangan ke arah perut sang ibu.

5.     Hindari Stress saat hamil

Stress dapat mengganggu pertumbuhan kecerdasan sang bayi maka hindarilah hal-hal yang bisa memicu tingkat stress . Bila ibu merasa stress, janin yang masih ada di dalam kandungan pun bisa merasakannya. Ketika stress tubuh mendapat sinyal menyerupai keadaan bahaya, sehingga secara alami melepaskan hormon kortisol dan hormon lainnya sebagai langkah antisipasi denyut jantung pun menjadi lebih cepat dari biasanya.Hal inilah yang menyebabkan kecerdasan janin menurun.

Agama Islam mewajibkan pula para pemeluknya untuk mengenal kewajiban mendidik anak dan sekaligus mempraktekkannya. Berkenaan dengan kewajiban mendidik anak dan memelihara anak ini dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyerukan akan keharusan orang tua terutama ibu agar selalu menjaga dan mendidik anak-anaknya, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Semoga Keluarga Multazam Utama bisa menjalankan berbagai macam cara mendidik anak semenjak dalam kandungan sampai nantinya sang anak dewasa sehingga anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik dan sholeh-sholehah aamiin

Wassalamu Alaikum Wr.Wb