Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Al-Qur an adalah kitab suci agama Islam yakni Kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Seperti difirmankan Alloh dalam surah Al Baqarah ayat 2 :

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ

“Kitab itu (Al-Qur an) tidak ada keraguan padanya;sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”(QS. Al Baqoroh 2)

Pendidikan kecerdasan akal menurut Al-Qur an adalah bahan petunjuk bidang pendidikan yang mengasah akal fikiran manusia sehingga dapat mengantarkan manusia itu kearah kecerdasan manusia dalam usaha mengubah sikap dan tata laku seseorang manusia atau kelompok manusia dalam usaha mendewasakan manusia.

Rasyid adalah kata yang dipakai untuk menunjukkan kecerdasan. Kata ini lebih mengarah kepada kecerdasan keagamaan. Ada 10 ungkapan yang  menunjukkan akal dalam Al-Qur an, seperti:

  1. Ya’qiluun artinya mereka yang berakal
  2. Yatafakkaruun artinya mereka yang berfikir
  3. Yatadabbaruun artinya mereka yang mempelajari
  4. Yanzhuruun artinya mereka yang memperhatikan
  5. Yabhatsuun artinya mereka yang membahas
  6. Yazkuruun artinya mereka yang mengingat
  7. Yata ‘ammaluun artinya yang menginginkannya
  8. Ya’lamuna,artinya mereka yang mengetahuinya
  9. Yudrikuna,artinya mereka yang mengerti
  10. Ya’rifuna artinya mereka yang mengenalnya

Kata pendidikan dalam istilah bahasa Arab sama artinya dengan Al Tarbiyah, Al ‘Aqliyah, dan Tahzibiyah.

Eksistensi Kecerdasan Akal

Tidak semua makhluk dilengkapi dengan akal budi. Yang diberi Allah SWT akal budi hanyalah makhluk jenis manusia saja. oleh sebab itu makhluk manusia ini menjadi makhluk mulia. Ini dapat dipahami dari firman Allah surah Al-Baqarah ayat33 dan 34 tentang eksistensi manusia :

قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئۡهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡ قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ غَيۡبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَأَعۡلَمُ مَا تُبۡدُونَ وَمَا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ

Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan…?( QS. Al-Baqarah 33 dan 34)

Dari ayat ini berisi perintah Allah kepada Adam karena ia dapat menggunakan akalnya mengetahui nama-nama benda (ilmu pengetahuan). Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama benda-benda itu Allah berfirman bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

Demikian pentingnya pengaruh akal bagi manusia. Dan atas rahman dan rahimNya, manusia diberi akal sehingga menjadi makhluk yang mulia, yang sebaik-baik makhluk.

Akal itu didukung dan dilengkapi pula dengan sarana penunjang yakni pendengaran, penglihatan, dan hati supaya mereka bersyukur. Kalimat yang terkandung pada surah Al Mukminun ayat 78 :

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu yang bersyukur.(QS.Al Mukminun 78)

Jadi jika ditelaah ayat diatas dapat dipahami bahwa pada diri Adam terdapat suatu khazanah pengetahuan yang luas, sebuah perpustakaan yang mengandung inti ilmu dan pengetahuan kemanusiaan, serta laboratorium yang dari Adam itu muncul kreasi yang akan dikembangkan manusia, dari penemuan-penemuan yang akan ditemukan di masa depan melalui kecerdasan-kecerdasan akal anak cucu Adam hingga datang hari kiamat.Anak cucu Adam yang suka berfikirlah yang akan mewarisi ilmu pengetahuan ini baik yang praktis maupun teoritis, yang kemudian mengembangkannya dan memanfaatkannya.

Semoga bermanfaat…Amin

Wassalamu Alaikum Wr.Wb