Assalamu Alaikum Keluarga Multazam Utama…

Segala puji bagi Allah, Rabb yang berhak disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat.

Setelah melewati hari raya Idul fitri, umat muslim di seluruh dunia akan segera menyongsong moment yang tidak kalah penting yaitu Idul adha yang sangat identik dengan kurban dan haji. Bagi mereka yang memiliki rezeki lebih akan mengunjungi tanah suci haji di Mekkah dan Madinah. Apalagi dalam rukun Islam ibadah haji juga wajib dikerjakan jika sudah memiliki kemampuan. Melakukan perjalanan suci Haji ke Mekkah dan Madinah tentu bukan hanya persoalan mental belaka. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membiayai ibadah tersebut.

Kita sebagai orang Islam harus bersyukur meskipun cita-cita kita Haji ke Mekkah dan Madinah belum terlaksana , kita bias sholat sunah Dhuha Isroq yang pahalanya sama dengan Haji. Sedikit di antara kita yang mengetahui shalat yang dikenal dengan shalat isyroq. Shalat isyroq sebenarnya termasuk shalat Dhuha, namun dikerjakan di awal waktu. Sesuai firman Alloh :

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama Dia (Nabi Daud) di waktu petang dan Isroq (pagi) [QS. Shod 18]

Keutamaan Shalat Isyroq

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.[HR. Tirmidzi]

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.[HR. At Thobroni]

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Isyroq

  1. Shalat isyroq dilakukan sebanyak dua raka’at.
  2. Disyariatkan bagi orang yang melaksanakan shalat jama’ah shubuh di masjid lalu ia berdiam untuk berdzikir hingga matahari terbit, lalu ia melaksanakan shalat isyroq dua raka’at.
  3. Ketika berdiam di masjid dianjurkan untuk berdzikir. bisa dengan membaca Al Qur’an,membaca dzikir, atau lebih khusus lagi membaca dzikir pagi.
  4. Waktu shalat isyroq sebagaimana waktu dimulainya shalat Dhuha yaitu mulai matahari setinggi tombak, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit.
  5. Tetap diniati mencari pahala akhirot , Adapun mendapat pahala Haji itu sebagai uhro.

Semoga bermanfaat,

Wassalamu Alaikum