Assalamu Alaikum Wr.Wb

Keluarga Multazam Utama yang di rahmati Alloh SWT…., kali ini Kita akan membahas tentang Sejarah Haji Zaman Nabi Adam.

Sejarah Haji tak lepas dari sosok-sosok utama dalam Islam, yaitu Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Siti Hajar, Nabi Ismail juga Iblis laknatullah  yang selalu mengganggu pelaksanaan Ibadah. Sejarah yg begitu panjang mulai dari Nabi Adam ini pada akhirnya menjadi salah satu syariat ummat Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Tempat terukirnya sejarah besar ini adalah sekitar Masjidil Haram, Mas’a (tempat sai), Arafah, Masy’ar, dan Mina. Simbol utama dari sejarah ini adalah Ka’bah

Berikut sejumlah tata cara ibadah haji yang dilaksanakan sejak zaman Nabi Adam AS hingga sekarang ini.

Setelah sekian lama Nabi Adam As tinggal di bumi dengan senantiasa berharap turunnya rahmat dan ampunan Allah, pada suatu hari Nabi Adam mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Mekah.  Nabi Adam berangkat dari tempat tinggalnya yaitu Hindia berjalan ke arah barat melalui Syam selama empat puluh tahun, hingga sampailah di Bakkah dan melaksanakan tawaf bersama malaikat yang sudah lebih dari 2.000 tahun  melaksanakan thawaf (mengelilingi Kakbah). Nabi Adam As kemudian mengikuti apa yang dilakukan malaikat dan Nabi Adam lah manusia pertama kali yang menunaikan ibadah haji. Kakbah awalnya telah dibangun oleh malaikat, kemudian Nabi Adam As diperintahkan kembali untuk membangun Kakbah. Sebagaimana firman Allah Swt:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96).

Ketika Nabi Adam As sedang bertawaf di Baitullah dan sampai ke Multzam, malaikat jibril berkata kepadanya, “Wahai Nabi Allah Adam, akuilah semua dosamu ditempat ini kepada Tuhanmu”. Berhentilah Adam, lalu berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya setiap makhluk yang beramal shalih mendapat pahala. Sungguh aku telah beramal, apakah pahalaku?”Allah SWT mewahyukan kepadanya, “Aku ampuni engkau atas dosa-dosamu.” Nabi Adam As berkata, “Wahai Tuhanku, juga untuk anak-cucu keturunaku?” Allah SWT mewahyukan kepadanya, “Wahai Adam, siapa saja di antara keturunanmu yang datang ke tempat ini mengakui dosa-dosanya, bertobat sebagaimana engkau bertobat, dan memohon ampun, niscaya Aku ampuni.”

Dalam kisahnya, setelah Adam dan Hawa diturunkan ke dunia dalam keadaan terpisah kemudian mereka bertemu kembali di Jabal Rahmah yang berarti Bukit Kasih Sayang. Untuk mengenangnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut.

Jabal Rahmah juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. Di sanalah dirinya menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam.

Ibadah haji disyariatkan pertama kali bagi umat islam pada tahun keenam Hijriah. Sedangkan, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji pada tahun kesembilan Hijriah.

Semoga bermanfaat,

Wassalamu Alaikum Wr.Wb

Sumber :  Kitab Mar’at al-Mafatih